Hidup itu layaknya waktu yang terus berjalan dan takkan pernah bisa kembali lagi. jadi gunakanlah waktumu sebaik mungkin - Mewujudkan Insan Indonesia yang berkepribadian Pancasila, Unggul dalam Imtaq dan Iptek, agar mampu bersaing secara nasional maupun global - Mulailah aktivitas yang baik dengan ridha orang tua -

Tips Meraih Adiwiyata Mandiri Menurut Dr. Imam B. Prasodjo

Tips Meraih Adiwiyata Mandiri Menurut Dr. Imam B. Prasodjo

Jumat (2/3) SMA Negeri 1 Ajibarang kedatangan Penasihat Menteri Lingkungan Hidup yang juga seorang sosiolog yaitu Dr. Imam B. Prasodjo. Kedatatangan beliau bersama rombongan disambut meriah oleh seluruh warga sekolah. Tidak peduli panas matahari yang cukup menyengat, seluruh siswa SMA Negeri 1 Ajibarang berkumpul di lapangan dalam, menunggu kehadiran beliau yang akan memberi motivasi dan nasihat mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Kedatangan beliau tidak hanya memberi motivasi dan nasihat, namun juga membahas bentuk nyata dari kegiatan penghijauan di SMA Negeri 1 Ajibarang yang dikenal sebagai sekolah adiwiyata. Beliau bahkan meminta siswa untuk berjanji akan menanam dan memupuk setidaknya satu pohon sebagai rasa terima kasih kepada mereka yang telah menyediakan oksigen.

Melalui wawancara bersama tim jurnalistik SMANA, beliau juga memberikan tips mengenai cara meraih gelar adiwiyata mandiri yang selama ini diidam-idamkan SMA Negeri 1 Ajibarang. Menurutnya, yang utama adalah kesadaran. Setelah menyadari pentingnya penghijauan, kita juga perlu memahami tentang lingkungan.  Dan yang tak kalah penting adalah mencari dukungan dalam misi penghijauan ini. Yang paling sederhana, kita dapat meminta bantuan teman-teman dan orang-orang di sekitar kita. Hal-hal kecil semacam memilah sampah organik dan anorganik pun sudah cukup membantu menyelamatkan bumi.

Di lingkungan sekolah, siswa bisa meminta kepala sekolah membuat peraturan yang dapat mendukung terlaksananya misi penghijauan. Misalnya, peraturan menanam pohon setiap bulan atau peraturan mengenai pembuatan kompos. Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa dalam suatu sekolah harus ada sosok penggerak utama. Penggerak utama inilah yang kelak akan mencari kader-kader penghijauan dan mengkoordinasi kegiatan penghijauan di sekolah.

Adiwiyata mandiri menurut penjelasan beliau berarti semua warga sekolah harus mandiri dalam melaksanakan kegiatan penghijauan. Maksudnya, semua elemen sekolah turut terlibat dalam kegiatan ini. Tugas membuat kompos bukan hanya dilakukan orang itu-itu saja. Seluruh warga sekolah harus memiliki andil dalam menyukseskan kegiatan penghijauan. Bukannya hanya tukang kebun yang bertugas menanam dan memupuk pohon. “Yang bergerak semua, ya guru ya murid. Begitu, baru mandiri. Kalau nanti cuma tukang kebun yang ngerjain, itu namanya adiwiyata tukang kebun,” tutupnya.

(GL/EV-TJS)

Aplikasi